Memulai Migrasi Cloud

Cloud merupakan sebuah hal yang tak lagi baru di dunia IT. Namun hal tersebut ternyata tidak berlaku bagi bidang profesi yang lainnya. Masih banyak perusahaan yang merasa waswas untuk memulai migrasi cloud serta penerapannya. Mungkin hal ini juga terjadi di perusahaan Anda.

Sumber
Sumber

Meskipun demikian, melakukan migrasi ke cloud adalah sebuah hal yang layak dipertimbangkan untuk perusahaan Anda. Portabilitas antar-platform, jaminan keamanan yang lebih baik, serta akses yang lebih fleksibel merupakan sejumlah poin positif dari penerapan layanan cloud. Sejumlah institusi yang sensitif dengan masalah keamanan, seperti FBI di Amerika Serikat dan Kementerian Pertahanan Inggris, pun telah melakukan migrasi cloud di sektor IT-nya. Perusahaan Anda pun dapat melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, berikut kami berikan sejumlah tips untuk mempersiapkan migrasi cloud di perusahaan Anda.

Lakukan Setahap Demi Setahap

Anda tidak harus melakukan perubahan ke sistem cloud secara menyeluruh dalam sekali kesempatan. Migrasi ke cloud dapat dilakukan dengan baik dan dengan biaya yang efektif apabila sudah ada program upgrade yang terencana. Anda dapat memulai dengan memberikan prioritas migrasi pada sektor-sektor yang membutuhkan usaha besar terlebih dahulu, seperti aplikasi SAP yang membutuhkan investasi infrastuktur tambahan.

Selain itu, anda pun dapat memulai prioritas anda pada sektor-sektor kecil yang berpengaruh terhadap user, seperti penggunaan cloud untuk memudahkan berbagi file dan bekerja secara remote. Proses migrasi ke cloud adalah sebuah hal yang mungkin akan memakan waktu yang cukup panjang, sehingga melakukan sejumlah proyek yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh para staff di perusahaan Anda adalah sebuah pilihan yang baik. Di samping itu, proyek yang berdurasi singkat tersebut dapat membangun rasa percaya diri serta dapat menunjukkan perkembangan penggunaan cloud di perusahaan Anda.

Lakukan Riset

Hal pertama yang harus dilakukan oleh sebuah organisasi dalam hal penerapan layanan cloud adalah melakukan sejumlah riset. Anda dapat melakukan pencarian di internet untuk melihat website dari supplier yang akan anda gunakan. Selain itu, Anda dapat melakukan pencarian lebih mendalam terkait dengan supplier tersebut melalui artikel, review, serta diskusi yang dapat anda temukan di jagad maya.

Anda pun juga harus melakukan riset terhadap layanan cloud yang beredar di pasaran. Saat ini begitu banyak tawaran yang diberikan oleh penyedia layanan cloud, oleh karena itu dengan mengetahui hal apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan migrasi cloud di perusahaan Anda akan memberikan perbedaan yang cukup signifikan terhadap layanan, ketersediaan, serta biaya yang akan anda keluarkan nantinya. Terkait hal ini, Anda pun juga harus mengetahui kinerja domain dan provider yang perusahaan Anda gunakan saat ini sehingga anda dapat melakukan penyesuaian yang tepat saat melakukan migrasi ke cloud.

Melakukan riset ke perusahaan yang telah melakukan migrasi cloud lebih dulu juga dapat memberikan sejumlah informasi serta pertimbangan. Anda dapat mencari tahu bagaimana proses yang dilakukan sebelumnya, kendala apa saja yang dihadapi selama proses migrasi, serta keuntungan apa yang telah diraih oleh perusahaan terkait ketika telah melakukan migrasi cloud.

Periksa Kesiapan Infrastruktur Anda

Cloud tentu saja membutuhkan koneksi internet yang baik karena layanannya yang sepenuhnya berada di ranah web. Anda pun harus memeriksa kesiapan perusahaan mulai dari teknologi, jaringan, dan infrastruktur yang mendukung layanan cloud tersebut. Migrasi ke cloud akan memberikan sejumlah perubahan yang signifikan dari traffic jaringan perusahaan Anda, sehingga perlu dilakukan analisa untuk menyusun infrasturktur yang tepat. Anda tentunya tidak ingin terjadi bottleneck dalam performa jaringan Anda yang nantinya akan berdampak pada penurunan performa serta peningkatan biaya.

Sumber
Sumber

Lakukan Pengujian pada Supplier

Jangan sungkan untuk memberikan sejumlah pertanyaan kepada supplier yang akan (dan juga telah) Anda gunakan serta menguji supplier tersebut. Anda dapat mengecek keamanan dari para supplier, mengunjungi kantor serta mengecek statistitik uptime-nya. Anda pun harus mencari tahu di mana data Anda akan disimpan.

Terdapat setidaknya enam kriteria yang dapat Anda pertimbangkan ketika memilih supplier: pengalaman, kemampuan, kapasitas yang disediakan, penawaran harga yang jelas, peluang untuk menjalin kerjasama dalam rentang waktu tertentu, serta pelayanan yang ditawarkan.

Atasi Kekhawatiran Terkait Isu Keamanan

Isu mengenai keamanan seharus tidak menjadi sebuah hal yang menjadi penghambat Anda untuk melakukan migrasi ke cloud. Anggaplah hal ini sebagai sebuah bagian dari proses sebab Anda mengalihkan fokus keamanan data Anda yang tidak lagi berada di data centre Anda sendiri. Beberapa hal utama terkait isu keamanan dalam melakukan migrasi ke cloud adalah proteksi data, pengoperasian lintas platform, portabilitas data, serta manajemen dan audit identitas.

Sebagai pengguna layanan cloud pun perlu menetapkan sejumlah aturan bagi penyedia layanan tersebut, seperti menentukan data apa saja yang dimigrasikan ke cloud, menyusun analisis resiko dan kontrol keamanan, serta menguji jaminan keamanan yang diberikan oleh penyedia layanan cloud. Anda pun juga perlu mempersiapkan perencanaan untuk mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya saya pemutusan kontrak kerja dengan penyedia layanan cloud serta penghapusan data.

Periksa Kesiapan Tim Anda

Melakukan migrasi ke cloud juga berarti bahwa ada sejumlah skill baru yang harus diterapkan oleh departemen IT di perusahaan Anda, misalnya saja kemampuan individual untuk mengatur interface antara layanan cloud dan IT yang sudah ada sebelumnya.

Oleh karena itu anda harus melakukan penilaian terhadap orang-orang di departemen IT Anda. Hal ini dibutuhkan untuk mengetahui sejauh apa skill yang telah dimiliki oleh masing-masing individu di dalam tim tersebut sehingga ada dapat menyesuaikan program pelatihan apa saja yang dibutuhkan oleh tim IT Anda.

Jangan Lupakan Budaya di Perusahaan Anda

Faktor budaya di dalam perusahaan merupakan sebuah hal yang jarang diperhitungkan dalam mengimplementasi cloud dalam sebuah perusahaan. Seringkali bertahan atau tidaknya implementasi cloud justru ditentukan oleh kemampuan segenap elemen perusahaan untuk mengadaptasinya. Dan faktor budaya ini pula yang juga seringkali menghambat proses transformasi sebuah perusahaan.

Oleh karena itu, Anda harus dapat mengajak peran serta semua individu di perusahaan Anda untuk bergerak menuju perubahan tersebut. Langkah awal yang baik ialah untuk mengidentifikasi siapa saja orang-orang yang ingin beralih ke cloud pertama kali dan menjadikan mereka sebagai saluran komunikasi anda untuk mempromosikan manfaat dari cloud kepada yang lainnya. Setiap organisasi tentu memiliki pionir, orang-orang yang ingin bergerak lebih cepat. Dengan mengindetifikasi pionir di perusahaan Anda, Anda dapat lebih mengoptimalkan proses pengenalan cloud di perusahaan.

Sumber
Sumber

Pola pikir terhadap kegagalan juga merupakan salah satu hal yang menentukan. Seringkali perusahaan tidak mengalami kemajuan oleh karena takut akan kegagalan. Oleh karena itu, Anda perlu menyiasati hal tersebut dengan memberikan pola pikir bahwa kegagalan bukanlah sebuah hal yang perlu ditakuti namun dijadikan sebagai bagian dari pembelajaran.

Nick Santiago
Believes that ghosts are people from the future in some special suits
Share:

3 comments

  1. Wah makasih banyak ya tips2nya. emang klo migrasi data ke cloud ga boleh sembarangan

  2. Setuju, kriteria dari supplier memang harus diperhatikan..

Leave a Reply