3

Startup IT di Yogyakarta

“Anytime is a good time to start a company.” – Ron Conway

Sejak mulai didengungkan pada periode gelembung dot-com pada tahun 1998-2000, istilah startup menjadi semakin marak terdengar di telinga kita belakangan ini. Startup, yang dapat diartikan sebagai perusahaan baru yang masih dalam fase perkembangan, memiliki kaitan yang cukup erat dengan teknologi sebab cukup banyak startup yang beroperasi dengan menggunakan website serta memanfaatkan penggunaaan aplikasi dalam proses interaksinya dengan para konsumen.

Yogyakarta, selain berhati nyaman dan berhati mantan (bagi banyak muda-mudi), juga menyimpan banyak potensi dalam pengembangan startup dewasa ini. Iklim kota Yogyakarta yang mengakomodasi pengembangan kreatifitas masyarakatnya menjadi salah satu pemicunya, selain dari perkembangan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena itu, berikut kami sajikan profil dari beberapa startup Yogyakarta yang bergerak di bidang IT.

Reneoo
Reneoo merupakan startup Yogyakarta yang terjun ke bidang yang sedang marak saat ini: virtual reality. Melalui teknologi Virtual 360, Reneoo berhasil merekam berbagai tempat di wilayah Yogyakarta mulai dari situs budaya, objek wisata alam, hingga stadion sepakbola. Virtual 360 sendiri merupakan teknik foto digital yang menghasilkan foto panorama 360 derajat.

Sejak diluncurkan pada 1 Februari 2015 oleh Edi Susilo, Reneoo menawarkan para konsumennya pencitraan secara menyeluruh dari sebuah tempat sebelum konsumen melakukan kunjungan tersebut. Virtual 360 ini menampilkan semua sisi dari objek yang ditangkapnya dan pengguna dapat melakukan interaksi seperti menggeser sudut pandang dan beralih posisi. Teknologi ini dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak seperti hotel, restoran, museum, properti, dan sebagainya guna mempromosikan tempat dan layanan mereka melalui metode yang lebih dekat dan interaktif kepada konsumennya.

Qiscus
Penggunaan aplikasi messaging merupakan hal yang sudah sangat familiar di masa sekarang ini. Qiscus, yang merupakan startup yang dikembangkan oleh developer Singapura dan Indonesia, melihat hal ini sebagai sebuah peluang dalam menciptakan produknya. Mereka kemudian meluncurkan qiscus, sebuah sistem messaging yang khusus dirancang untuk meniru lingkungan kerja, namun memiliki kinerja yang ringan dan keamanan yang terjamin.

Melalui qiscus, Qiscus menawarkan konsumennya -yaitu perusahaan-perusahaan- untuk menggunakan sistem ini dan memungkinkan konsumennya untuk menyusun tim serta proyek-proyek berdasarkan ruang diskusi dalam sistem tersebut sehingga tidak perlu lagi menggunakan jaringan komunikasi lain seperti email atau video chatting. Di samping itu, yang membedakan qiscus dengan aplikasi messaging yang lainnya adalah sistem keamanannya. Hal ini dikarenakan penggunaan enkripsi 256-bit SSL yang merupakan protokol keamanan yang juga digunakan oleh bank online. Di samping itu, terdapat juga penggunanaan password dan manajemen pengguna data yang sulit ditembus, sehingga menjadikan qiscus sebagai sistem yang aman untuk melakukan komunikasi yang menjadi rahasia perusahaan.

Local Tobacco
Kreatifitas merupakan penggerak utama dalam menciptakan startup. Problem-solving, pencarian solusi serta kemampuan untuk berpikir out of the box pun menjadi elemen di dalamnya. Berdasarkan ide-ide tersebut, Bian Pratama dan Haris Pranoto membentuk Local Tobacco pada tahun 2013. Startup ini kemudian mengambil fokus pada sektor digital platform dan branding.

Selain bergerak di pengembangan digital platform, Local Tobacco juga memberikan layanan terkait branding, strategi multi-platform serta pengembangan konten. Di samping itu, Local Tobacco juga melakukan upaya branding yang cukup unik dengan mempublikasikan video-video ringan terkait hal-hal yang terjadi di kehidupan anak muda di kanal Youtube-nya.

Tonjoo
Wordpress merupakan sebuah platform yang tidak asing bagi web developer. Penggunaan platform WordPress dalam pengembangan website ini dapat dikatakan sebagai salah satu yang cukup populer sebab WordPress menawarkan berbagai kemudahan kepada web developer dalam pengelolaannya. Hal ini juga menjadikan begitu banyak industri ataupun institusi yang menggunakan platform WordPress untuk websitenya.

Berdasarkan penggunaan WordPress yang populer tersebut, Tonjoo kemudian muncul sebagao sebuah startup yang mengambil spesialisasi dalam desain dan pengembangan website yang menggunakan WordPress. Hal ini tampak dari berbagai layanan yang diberikan oleh Tonjoo yang banyak berkaitan dengan penggunaan WordPress tersebut, yang salah satunya adalah WordPress Hacked, yang bertujuan untuk memulihkan kembali website berbasis WordPress yang telah diretas dalam waktu kurang dari 1 jam.

Nick Santiago
Believes that ghosts are people from the future in some special suits
Share:

Leave a Reply