20 Tips Mengelola Media Sosial untuk Bisnis

Media sosial kini merupakan sebuah sektor yang cukup erat kaitannya dengan sektor bisnis. Dewasa ini, semakin banyak bisnis yang menggunakan media sosial sebagai salah satu ujung tombak dalam memperkuat brand yang dimilikinya. Namun mengolah media sosial untuk sektor bisnis merupakan sebuah hal yang “gampang-gampang susah”, sebab media sosial memiliki jaringan yang senantiasa berkembang sehingga Anda pun harus melakukan penyesuaian. Anda pun harus menyesuaikan agar materi dan konten yang anda sajikan dapat menarik orang-orang untuk menyimaknya tanpa anda harus berpromosi secara terus menerus mengenai bisnis yang anda jalankan.

Oleh karena itu, kami memberikan 20 tips mengelola media sosial untuk bisnis Anda.

1. Lengkapi Segala Aspek di Profil Media Sosial
Akun media sosial yang tidak diisi secara keseluruhan akan sulit untuk mendapatkan atensi lebih sebab terlihat kurang profesional. Gunakan nama dan identitas akun yang sesuai dengan bisnis Anda. Isilah dengan sebaik mungkin informasi tentang akun yang Anda jalankan. Gunakan logo atau foto terkait bisnis tersebut. Kesan pertama merupakan hal yang penting dan akan bertahan lama.

2. Gunakan 1 Akun untuk Masing-masing Sosial Media
Mengelola banyak akun di satu jaringan media sosial bukanlah perkara yang mudah. Oleh karena itu, gunakan satu akun saja untuk masing-masing media sosial. Selain itu, jika Anda ingin memisahkan antara akun pribadi dan bisnis, konsistenlah dalam menyajikan konten-konten yang sesuai di akun bisnis Anda sehingga klien bisa mengetahui akun mana yang akan mereka ikuti.

3. Prioritaskan Jaringan Media Sosial yang Anda Gunakan
Saat ini terdapat banyak jaringan media sosial baru yang bermunculan. Namun Anda sebaiknya tidak tergoda untuk mencoba jaringan baru tersebut. Fokuslah untuk mengembangkan tiga jejaring sosial utama – Facebook, Twitter, dan LinkedIn. Ketiga jejaring sosial ini memberikan jangkauan yang cukup luas.

4. Berinteraksilah dengan Follower Anda
Memberikan konten yang informatif adalah hal yang baik dalam mengolah media sosial. Namun bukan hal itu saja yang dapat dilakukan. Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah interaksi dengan follower akun media sosial bisnis Anda. Berikan balasan yang dengan bahasa yang baik dan ramah apabila ada pertanyaan atau komentar di akun Twitter Anda. Anda juga dapat meminta rekomendasi dari teman-teman di akun Facebook Anda. Anda juga dapat membagikan tulisan dari blog Anda terkait bisnis yang sedang Anda lakukan di LinkedIn. Bangunlah interaksi online anda selayaknya di dunia nyata.

Coca-Cola memberikan respon langsung kepada keluhan yang dituliskan oleh user di Twitter serta memberikan tawaran untuk solusi dari keluhan tersebut.

5. Jangan Menjadi Akun yang Terlalu Menuntut
Jangan meminta follower Twitter anda untuk “retweet” tweet Anda atau teman Facebook Anda untuk “like” akun anda. Dengan memberikan konten yang informatif serta layak untuk dibagikan, maka follower anda akan memberikan “like” atau “retweet” tersebut.

6. Berhati-hatilah dengan Spam
Tidak semua follower Twitter adalah individu yang nyata. Apabila anda mendapatkan follower yang mengikuti ribuan akun namun tidak memiliki follower sama sekali, kemungkinan besar follower tersebut adalah akun buatan (dan jangan sekali-kali meng-klik segala link yang dikirimkan untuk anda).

7. Transparansi Dapat Meningkatkan Kepercayaan
Apabila Anda berada dalam sebuah isu dimana anda mendapatkan banyak kritik di sosial media, berusalah untuk memberikan respon dengan sebaik mungkin dan tidak menjadi defensif. Dengan anda berusaha untuk mengatasi isu tersebut, follower Anda akan mengapresiasi dan semakin mempercayai kinerja Anda.

8. Jangan Berbagi secara Berlebihan
Media sosial yang baik mengacu pada prinsip Goldilocks: frekuensi posting yang tidak terlalu banyak atau sedikit, namun tepat. Posting secara terus menerus dapat berefek negatif yaitu unfollow ataupun unsubscribe pada akun media sosial Anda. Anda dapat men-tweet setidaknya 6 kali per harinya pada Twitter. Sedangkan pada Facebook, satu atau dua post per harinya (dan ini berlaku juga untuk LinkedIn).

9. Berikan Konten yang Menghibur dan Informatif
Meskipun anda berbisnis untuk mendapatkan uang, hal tersebut jangan menjadi hal yang menjadi mayoritas dari konten media sosial anda. Tetap gunakan sistem 80/20: 80 persen dari konten media sosial anda bersifat menghibur dan informatif, sedangkan hanya 20 persen saja yang tertuju langsung pada barang atau jasa yang anda dagangkan.

10. Sesuaikan Konten dengan Jaringan Media Sosial yang Anda Gunakan
Setiap jejaring sosial memiliki tujuan dan target penggunanya. Jika anda dapat menyesuaikan konten dengan masing-masing jejaring sosial yang anda gunakan, maka akan memberikan dampak yang positif pula bagi bisnis anda. Facebook bersifat lebih kasual sehingga menjadikan interaksi dengan pihak lain terasa santai dan alamiah, sedangkan LinkedIn bersifat lebih resmi dan industry-focused sehingga menjadikannya lebih sesuai untuk berinteraksi dengan sesama profesional bisnis. Twitter dapat mengakomodasi percakapan yang berlangsung dengan cepat sehingga dapat digunakan baik untuk bisnis maupun individual.

11. Gunakan Tata Bahasa dan Penulisan yang Baik
Penggunaan tata bahasa dan penulisan yang kurang baik tentu akan memberikan dampak yang kurang baik juga terhadap kredibilitas akun yang anda kelola. Untuk menghindari hal tersebut, persiapkan konten anda sebelumnya dalam sebuah dokumen atau gunakan bantuan dari orang lain untuk mengecek konten sebelum anda membagikannya di media sosial.

12. Tambahkan Foto dan Video
Penggunaan foto dan video dapat meningkatkan performa media sosial anda. Tweet yang menyertakan gambar mendapatkan retweet 150 persen lebih banyak. Jika bisnis anda menggunakan tampilan visual sebagai salah satu unsur utamanya (seperti real estate atau desain interior), Anda juga dapat menggunakan jejaring sosial yang berbasis visual seperti Pinterest atau Instagram.

Akun fanpage Nike, yang saat ini sudah mencapai 23.3 juta like, mampu mengemas konten di Facebook dengan menarik melalui penggunaan gambar dan video.

13. JANGAN GUNAKAN HURUF KAPITAL SECARA BERLEBIHAN
Penggunaan huruf kapital secara berlebihan, selain terkesan kasar secara visual, juga menampilkan bahwa anda sedang dalam kondisi marah atau tersinggung terhadap sesuatu.

14. Lakukan Branding secara Konsisten di Tiap Media Sosial
Tetap pertahankan identitas dari brand bisnis anda di semua media sosial yang anda gunakan. Hal ini termasuk pada penggunaan gambar profil, nama, dan skema warna yang sama di tiap media sosial.

15. #Gunakan #Hashtag #Sewajarnya
Penggunaan satu atau dua hashtag dapat menghubungkan post Anda dengan seluruh post lain yang juga menggunakan hashtag yang sama. Ini adalah salah satu cari untuk mengekategorikan serta melakukan pencarian untuk tweet atau post di Facebook. Namun anda juga tidak perlu menyalahgunakan hashtag dengan menggunakannya di setiap kata pada post Anda.

16. Hindari Membagikan Informasi yang Sama Berulang Kali
Membagikan informasi yang sama berulang kali secara terus-menerus di jejaring sosial yang sama akan menampilkan kesan bahwa anda malas dan kurang memiliki kreatifitas dalam mengolah informasi. Jika anda ingin menampilkan kembali informasi yang sudah pernah anda bagikan sebelumnya, Anda dapat mengemasnya dengan gaya penulisan yang baru serta memberikan gambar untuk membuat informasi anda semakin menarik.

17. Hindari Penggunaan Direct Message Otomatis
Direct Message (DM) merupakan fitur dari Twitter yang memungkinkan Anda untuk berkomunikasi secara personal kepada follower Anda. Oleh karena itu, gunakan fitur ini ketika Anda memang perlu untuk berbincang secara personal dengan follower dan jangan menggunakan respon otomatis.

18. Jangan Berekspektasi Berlebihan
Meskipun anda telah menginvestasikan waktu dan tenaga untuk mengolah media sosial, tidak berarti bahwa Anda akan memperoleh hasil yang besar dalam waktu yang singkat. Layaknya bisnis yang sedang Anda lakukan, media sosial anda mungkin akan tidak begitu tampak hasilnya hingga anda membuat koneksi, membangun reputasi serta mengembangka strategi. Anda perlu menjaga konsistensi dan kesabaran.

19. Berikan Apresiasi Ke Follower atau Teman Anda
Jika Anda membagikan informasi yang berasal dari salah satu teman atau akun di media sosial, berikan informasi mengenai referensi awal dari informasi tersebut. Selain itu berikan pula apresiasi apabila ada follower yang me-retweet atau me-mention anda di Twitter.

20. Have Fun
Anda menggunakan media sosial untuk mengembangkan bisnis anda tidak berarti bahwa anda tidak dapat bersenang-senang selama prosesnya. Cobalah ide-ide yang baru, post konten yang tipenya berbeda, dan tetaplah membuat konten dan pesan yang anda bagikan menjadi sarana anda untuk menjalin komunikasi dengan klien atau konsumen anda.

Nick Santiago
Believes that ghosts are people from the future in some special suits
Share:

Leave a Reply