7 Warga Negara Indonesia yang Berprestasi di Bidang IT

Kebebasan dalam berkarya merupakan sebuah keistimewaan yang didapatkan dari sebuah kemerdekaan. Sebagai sebuah bangsa yang merdeka, sudah terdapat begitu banyak karya anak negeri yang mendapatkan apresiasi baik di dalam negeri maupun mancanegara. Indonesia kini memasuki usianya yang ke-70 tahun. Usia yang tidak muda lagi tentunya. Untuk merayakan momen ini, kami merangkumkan 7 profil mengenai warga negara Indonesia yang berprestasi dan memberikan karya yang luar biasa di bidang IT. Prestasi mereka memang membuat nama mereka mencuat, namun lebih daripada itu, ide dan karya mereka pun turut membantu pengembangan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

BN-HZ510_GLOBAL_P_20150420184919

Aldi Haryopratomo

Pemanfaatan teknologi informasi yang saat ini terasa sangat cepat ternyata hanya dirasakan oleh 16 persen masyarakat Indonesia saja. Hal ini kemudian yang mendorong Aldi Haryopratomo, seorang lulusan Universitas Purdue dan Harvard Business School, untuk bergerak membangun PT. Rekan Usaha Mikro Anda (Ruma) pada tahun 2009. Ide ini berangkat dari ide sederhana, yaitu untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat di wilayah pedesaan mengenai internet dan hal-hal yang dapat dimanfaatkan.
Melalui penyediaan telefon selular berbasis Android dan aplikasi yang diciptakan, PT. Ruma berhasil memberdayakan sejumlah unit-unit usaha kecil di wilayah pinggiran kota dan pedesaan secara perlahan namun pasti. Hal ini dimulai dari peningkatan kesejahteraan para agennya melalui jasa pembelian pulsa, pembayaran berbagai macam tagihan, seperti listrik dan air, hingga proses transfer uang melalui aplikasi yang digunakan. Selain itu para agen ini pun juga turut membantu masyarakat di lingkungan sekitarnya dengan memberikan akses tersebut yang sebelumnya cukup sulit untuk dijangkau.

 

20141111_170500

Ryan Gondokusumo

Desain visual adalah hal yang krusial dari sebuah brand saat ini sehingga para pelaku usaha memberikan perhatian yang lebih besar di sektor tersebut. Namun terkadang sering terjadi sejumlah hambatan dalam proses kreasi desain tersebut baik dari sisi user maupun desainer, seperti proses desain yang memakan waktu lama namun hasil yang diberikan tidak sesuai dengan keinginan user.
Kondisi ini lah yang menggerakkan Ryan Gondokusumo untuk mendirikan Sribu.com, sebuah situs crowdsourcing desain. Di dalam Sribu.com terdapat lebih dari 2000 desainer yang terdaftar di dalamnya. User pun dapat dengan mudah memberikan order desain di situs tersebut beserta dengan biaya pengerjaannya yang kemudian dengan waktu yang cukup singkat akan mendapatkan proposal desain yang telah dimasukkan oleh para desainer yang terdaftar tersebut, sesuai dengan jargonnya “mendapatkan desain pertama dalam waktu 1 jam”. Hal ini pun juga membantu para desainer untuk menjadi lebih produktif dalam pengerjaannya sebab mereka dapat mengikuti semua order yang dimasukkan oleh user di dalam situs tersebut.

 

IMG_73681-617x411

Nadiem Makarim

Permasalahan lalu lintas ibu kota menjadikan ojek sebagai moda transportasi alternatif untuk membelah jalanan yang macet. Berawal dari seringnya menggunakan ojek, Nadiem Makarim –yang adalah seorang lulusan dari Harvard Business School- memutuskan untuk merintis GO-JEK pada tahun 2011. GO-JEK merupakan layanan ojek yang dipesan melalui panggilan telefon atau mengirim pesan dari ponsel.
Pada awal tahun 2015, GO-JEK kemudian merilis aplikasinya di Google Play Store dan Apple App Store. Aplikasi tersebut membuat pengguna dapat memesan layanan ojek serta mendapatkan biaya jasanya secara pasti. Dalam waktu singkat, GO-JEK pun menjadi primadona masyarakat ibukota karena menjadi pilihan yang tepat untuk berkendara di tengah kemacetan. Selain dari segi user, GO-JEK juga memberdayakan para pengojek untuk menjadi lebih produktif dalam bekerja sebab selain layanan transportasi, para pengemudi GO-JEK juga dapat melayani pengiriman barang, pemesanan makanan serta belanja.

 

11324071036_e4f705e2c9_b

Bonnie Triyana

Sebuah karya biasanya dimulai dari hal-hal yang sederhana. Bagi Bonnie Triyana, kiprahnya dalam jurnalisme sejarah berawal dari kegiatannya semasa menjadi asisten berbagai proyek kajian sejarah seorang sejarawan LIPI di Semarang pada tahun 2003 yang kemudian berlanjut pada keterlibatannya dalam sejumlah proyek penulisan buku-buku sejarah.
Kiprah Bonnie dalam jurnalisme sejarah semakin berkibar ketika pada tahun 2010 ia merintis Historia.id, sebuah situs yang secara khusus menyajikan artikel-artikel terkait sejarah di Indonesia, bersama dengan beberapa temannya semasa berkuliah di Universitas Diponegoro. Selain itu diterbitkan Historia sebagai majalah sejarah online pertama Indonesia. Yang menarik dari situs dan majalah ini adalah penyajian artikel-artikel yang bergaya populer sehingga menjadikan sejarah sebagai suatu hal yang menarik untuk terus dibaca. Di samping itu, konten yang diberikan pun cukup komperehensif di berbagai bidang. Hal ini kemudian menjadi sebuah wadah bagi masyarakat Indonesia untuk kembali mempelajari sejarah bangsanya sendiri.

 

2130045-2

Khoirul Anwar

Penggunaan smartphone dan tablet merupakan sebuah hal yang jamak ditemukan saat ini. Perangkat-perangkat tersebut, terutama smartphone, mempbutuhkan jaringan telekomunikasi yang baik untuk mengoptimalkan kinerjanya. Hal ini yang kemudian mendorong Khoirul Anwar untuk memulai penelitiannya mengenai pengiriman sinyal secara nirkabel tanpa menggunakan guard interval yang melindungi sinyal dari delay, pantulan, dan interferensi melaui penggunaan dekoder turbo (Turbo Equalizer). Penelitian Khoirul Anwar yang dituangkan dalam paper yang berjudul “A Simple Turbo Equalization for Single Carrier Block Transmission without Guard Interval” mengantarkan dirinya dalam menemukan dan mematenkan teknologi 4G.
Teknologi 4G ini kemudian menjadi sebuah terobosan dalam terknologi telekomunikasi sebab penggunaan dekoder turbo tersebut dapat mereduksi penggunaan daya transmisi yang sebelumnya digunakan untuk guard interval. Kondisi ini kemudian meningkatkan kecepatan transfer data secara signifikan.

 

Photo on 6-28-15 at 2.35 PM #2

Pitra Hutomo

Preservasi karya seni merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap karya seni itu sendiri.  Melalui preservasi, karya-karya tersebut dapat terus bertahan dan dinikmati  oleh masyarakat. Meskipun demikian, preservasi dan penyimpanan secara fisik juga tidak lepas dari sejumlah ancaman, seperti pencurian, kebakaran, atau bencana yang lainnya.
Pitra Hutomo bersama timnya di Indonesian Visual Art  Archive yang berdiri di Yogyakarta pada tahun 2007 menjadikan situs tersebut sebagai pusat layanan arsip dan dokumentasi, serta penelitian terhadap situs visual. Organisasi nirlaba yang berkembang dari Yayasan Seni  Cemeti ini juga melakukan inovasi dengan melakukan digitalisasi karya seni ke dalam arsip onlinenya. Hal ini merupakan sebuah langkah yang cukup inovatif dalam hal preservasi karya seni sebab dengan pengarsipan secara digital tentu dapat memberikan kemudahan dalam mengakses serta keamanan pada data-data karya seni yang telah diarsipkan.

 

Jim-Geovandi

Jim Geovedi

Keberadaan peretas merupakan salah satu hal yang tidak terpisahkan di dalam sektor teknologi informasi. Seringkali peretas dikaitkan dalam hal-hal negatif seperti membobol data yang tidak seharusnya diakses dan sebagainya. Namun tak jarang kemampuan seorang peretas juga digunakan oleh perusahaan sekuritas ataupun teknologi informasi yang lainnya untuk mendeteksi celah-celah di dalam software ataupun situsnya.
Jim Geovedi merupakan seorang warga Indonesia yang menjadi terkenal di kalangan peretas global oleh karena salah satu proyek yang dilakukannya bersama dengan timnya yang berhasil meretas satelit di luar angkasa. Proyek yang prosesnya dapat disaksikan di youtube dengan judul “A Bird in the Sky” ini merupakan uji coba yang diberikan oleh kliennya dalam menguji sistem keamanan satelit tersebut. Sebelumnya, Jim Geovedi juga memperoleh apresiasi di Tanah Air melalui kiprahnya dalam membantu Komisi Pemilihan Umum untuk mengatasi pembobolan situs KPU oleh peretas lainnya pada tahun 2003.

Nick Santiago
Believes that ghosts are people from the future in some special suits
Share:

Leave a Reply